Rabu, 13 Juni 2012

NASI GROMBYANG

 

Wisatanews – Kalo kita berbicara nasi grombyang, pasti yang dibenak kita adalah makanan khas Pemalang, namun tahukah Anda asal usul penamaan nasi grombyang.
Sejarah penamaan ini sebenarnya mengacu pada cara penyajian makanan ini, yaitu porsi kuah yang lebih banyak dibandingkan dengan nasi dan isinya sehingga ketika disajikan di mangkuk terlihat grombyang-grombyang alias bergoyang-goyang seperti akan tumpah. Dan berdasar cerita masyarat setempat, makanan ini dikenal sejak tahun 1960-an.
Nasi grombyang merupakan sejenis nasi campur yang mengandalkan daging kerbau dan kuah sebagai elemen utamanya. Irisan daging kerbau dan kuah ini kemudian dijadikan satu di sebuah mangkok kecil sebelum disajikan.
Bagi Anda yang kebetulan melawati ataupun berkunjung ke Kota Pemalang, kurang puas rasanya kalau tidak mencoba makanan khas kota tersebut. Sedangkan bagi Anda yang tergoda dengan makanan ini, namun tidak sempat ke Kota Pemalang tidak perlu kecewa. Berikut ini tips cara pembuatan Nasi Grombyang untuk 5 porsi yang selalu menggoda selera makan Anda.
Bahan:
  • 500 gram daging sandung lamur (Kerbau), dipotong kotak 2cm
  • 50 gram kelapa setengah tua, dikupas lalu diparut kasar
  • 3 sendok makan taoco
  • 2 lembar daun salam
  • 3 batang serai, dimemarkan
  • 1500 ml air
  • 5 sendok makan bawang goreng
Bumbu halus:
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah kluwek diambil dagingnya
  • 1 sendok makan + 2 sendok teh garam
  • 3 sendok teh gula merah
Cara membuat:
  • Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan, sisihkan.
  • Rebus daging, taoco, daun salam, serai, kelapa sangrai, dan bumbu halus.
  • Masak sampai bumbu meresap dan daging lunak.
  • Sajikan dengan bawang goreng
Anda tertarik untuk mencobanya, tidak perlu ragu untuk membuat makanan yang lezat ini bukan!!. (wilaf)
No related posts.
Tags: Indonesia, Kuliner, Pemalang

Senin, 11 Juni 2012

Batik Modis










Batik adalah warisan budaya bangsa indonesia, dengan inovasi dan kreatifitas anak negeri, corak batik banyak mengalami kemajuan , sesauai keinginan pasar tanpa meninggalkan jati diri batik.

Makam Batu Tanatoraja

Photography by Barry Kusuma
www.barrykusuma.com

Makam Batu Tana Toraja

Tempat penguburan Toraja yang diukir.
Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ribuan orang dan berlangsung selama beberapa hari. 


Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas, selain sebagai tempat pelayat yang hadir, juga sebagai tempat lumbung padi, dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Musik suling, nyanyian, lagu dan puisi, tangisan dan ratapan merupakan ekspresi duka cita yang dilakukan oleh suku Toraja tetapi semua itu tidak berlaku untuk pemakaman anak-anak, orang miskin, dan orang kelas rendah.
Upacara pemakaman ini terkadang baru digelar setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sejak kematian yang bersangkutan, dengan tujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat mengumpulkan cukup uang untuk menutupi biaya pemakaman.[24] Suku Toraja percaya bahwa kematian bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba tetapi merupakan sebuah proses yang bertahap menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Dalam masa penungguan itu, jenazah dibungkus dengan beberapa helai kain dan disimpan di bawah tongkonan. Arwah orang mati dipercaya tetap tinggal di desa sampai upacara pemakaman selesai, setelah itu arwah akan melakukan perjalanan ke Puya.
Sebuah makam.
Bagian lain dari pemakaman adalah penyembelihan kerbau. Semakin berkuasa seseorang maka semakin banyak kerbau yang disembelih. Penyembelihan dilakukan dengan menggunakan golok. Bangkai kerbau, termasuk kepalanya, dijajarkan di padang, menunggu pemiliknya, yang sedang dalam "masa tertidur". 

Suku Toraja percaya bahwa arwah membutuhkan kerbau untuk melakukan perjalanannya dan akan lebih cepat sampai di Puya jika ada banyak kerbau. Penyembelihan puluhan kerbau dan ratusan babi merupakan puncak upacara pemakaman yang diringi musik dan tarian para pemuda yang menangkap darah yang muncrat dengan bambu panjang. Sebagian daging tersebut diberikan kepada para tamu dan dicatat karena hal itu akan dianggap sebagai utang pada keluarga almarhum.


Ada tiga cara pemakaman: Peti mati dapat disimpan di dalam gua, atau di makam batu berukir, atau digantung di tebing. Orang kaya terkadang dikubur di makam batu berukir. Makam tersebut biasanya mahal dan waktu pembuatannya sekitar beberapa bulan. Di beberapa daerah, gua batu digunakan untuk meyimpan jenazah seluruh anggota keluarga. Patung kayu yang disebut tau tau biasanya diletakkan di gua dan menghadap ke luar.[27] Peti mati bayi atau anak-anak digantung dengan tali di sisi tebing. Tali tersebut biasanya bertahan selama setahun sebelum membusuk dan membuat petinya terjatuh.


Jumat, 08 Juni 2012

foto Jadul

Foto-foto Jadul Titiek Sandhora

Posted by Sulkan in
Foto jadul Titiek Sandhora Foto jadul Titiek Sandhora1Foto jadul Titiek Sandhora2Foto jadul Titiek Sandhora3Foto jadul Titiek Sandhora4Foto jadul Titiek Sandhora5Foto jadul Titiek Sandhora6 Foto jadul Titiek Sandhora7Foto jadul Titiek Sandhora8
Foto lama artis Lokal Titiek Sandora.
Dulu dikenal sebagai penyanyi yang melantungkan lagu "si Jago Mogok"

Foto-foto Jadul Tetty Kadi

Posted by Sulkan in
Foto jadul Tetty Kadi1Foto jadul Tetty Kadi2Foto jadul Tetty KadiFoto jadul Tetty Kadi - Djakarta Wood
3 lembar foto artis Indonesia jaman dulu, ukuran postcard.
Di belakang ada tulisan DILARANG REPRODUKTIE HAK TJIPTA "DJAKARTA WOOD"

Liontin Batu Siung


Posted by Sulkan in ,
Liontin Batu Siung Liontin Batu Siung - kalungLiontin Batu Siung - atasLiontin Batu Siung - depanLiontin Batu Siung - kanan
Batu Liontin bentuk taring atau ujung kuku binatang purba.
Panjang 3,5 cm dan diameter 2 cm.
Untuk kalung aksesories jadul, antik dan etnik.

RESEP DAUN SIRSAK


Di masa ini berbagai jenis penyakit yang dulunya hanya ditemui pada sedikit orang, mulai menjadi populer karena jumlah penderitanya meningkat drastis. Jenis penyakit seperti hipertensi, kolesterol, dan stroke sangat sering kita dengar dan mudah ditemukan di sekitar kita. Selain penyakit berbahaya, penyakit ini dapat mematikan bagi orang yang terkena. Apalagi jika penyakit terus menyerang tubuh dan tidak kita segara selesaikan sumber masalahnya. Sebelum penyakit ini mendekati kita, alangkah baiknya jika kita melakukan pencegahan dini dengan makan, bergizi sehat, dan tidak mengandung kolesterol jahat dan perbanyak banyak sayuran dan buah. Selain itu, tidak hanya dari makanan saja tentu saja, dalam hal minuman juga harus dijaga. Kurangi minuman beralkohol, minuman ringan, minuman kaleng, dan minuman banyak lagi yang berbahaya bagi tubuh kita.

Resep dari Daun Sirsak

Daun sirsak memiliki sangat banyak khasiat. Secara tradisional, banyak orang menggunakan daun sirsak sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit. Khasiat daun sirsak adalah untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti maag, keputihan, diare bayi, hipertensi, kolesterol, stroke dan banyak lainnya

. rebusan daun sirsak

Untuk mendapatkan khasiat dari daun sirsak, anda dapat mencoba tiga resep minuman terbuat dari daun sirsak:
1. Kolesterol
Kolesterol adalah komponen penting dari membran sel dan merupakan unsur penting dalam pembentukan asam empedu, hormon steroid, dan vitamin D. Akan tetapi tingkat yang terlalu tinggi kolesterol dalam darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung. Untuk menurunkan kadar kolesterol darah, anda dapat membuat resep daun sirsak berikut :
bahan:
- Daun sirsak
Cara membuat:
Ambil 3-5 daun sirsak dan kemudian direbus dengan 2 gelas air.
Angkat dan saring ke dalam gelas setelah hangat.
Minum secara teratur selama 1 bulan.
2. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor gagal jantung, stroke, dan dapat menyebabkan gagal ginjal kronis. Perubahan gaya hidup dan pola makan adalah langkah utama untuk menjaga tekanan darah dalam batas normal dan mengurangi resiko komplikasi dari penyakit tersebut. Resep daun sirsak ini cukup sederhana untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau tekanan darah:
bahan:
- Daun sirsak
- Sedikit madu
- Daun salam
- Rambut jagung manis muda
Cara membuat:
Rebus 10 daun daun sirsak dengan 4 gelas air.
Tambahkan sedikit madu untuk rasa, rebus hingga 2-3 gelas air tersisa.
Bisa juga ditambahkan daun salam dan rambut jagung manis (muda).
Minum 2-3 kali sehari.
3. Keputihan
Pengeluaran hormonal pada wanita ditandai dengan sekresi cairan keputihan dari vagina. Jika mikroorganisme yang menyebabkan infeksi muncul, akan ditandai dengan rasa gatal di dalam dan sekitar bibir organ kewanitaan. Infeksi dapat menjalar dan menyebabkan peradangan pada saluran kemih. Berikut adalah resep daun sirsak untuk menjaga vagina dari keputihan dan yang selalu dalam kondisi bersih:
bahan:
- Daun sirsak
- Kunyit
- Garam
- Brown Sugar atau madu
Cara membuat:
Campur 10-15 daun sirsak dan kunyit 5 ukuran jari yang telah dipotong.
Lalu masukkan 4-5 gelas air. Tambahkan garam dan madu atau gula merah (gula merah).
Setelah itu direbus dalam 3 gelas air. Minum 1 gelas 2-3 kali sehari.

SEJARAH KABUPATEN PEMALANG

Eksistensi Pemalang Berdasarkan
Data Sosio-Historis Sampai Abad XIX

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria Pangiri.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).
Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.
Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.
Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog Uan 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Uan Den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.
Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.
Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan).
Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan Jogio sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.
Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan dimasa sekarang.
Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk rnemperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
Penetapan hari jadi ini dapat dihubungkan pula dengan tanggal pernyataan Pangeran Diponegoro mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823.
Namun berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang Hari Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.
Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkolo “Lunguding Sabdo Wangsiting Gusti” yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751.
Sedangkan tahun 1496 je diwujudkan dengan Candra Sengkala “Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal” yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah “Pancasila Kaloka Panduning Nagari” dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751(*)

 tempoe-doloe-copy.jpg